Sabtu, 22 Januari 2011

Sosial Budaya

Sosial Budaya
Tatanan budaya baru nampak jelas di Kota Tegal karena kota ini semakin berkembang dengan berbagai aktivitas perdagangan dan jasa, industri, pariwisata yang didukung oleh kelengkapan sarana dan prasarana kehidupan. Aktivitas ini menjadikan aliran barang, uang dan manusia semakin meningkat karena manusia sebagai pelaku aktivitas tersebut memiliki kebudayaan dan pola pikir yang berbeda satu sama lainnya. Tatanan sosial baru tersebut membawa dampak pada berkurangnya kepercayaan, pandangan dan nilai-nilai lama yang bersumber pada ajaran leluhur dan nenek moyang.
Kepercayaan lama yang bersifat pribadi dan cenderung tidak pasti telah digantikan oleh kehidupan beragama yang lebih formal. Kehidupan ini berkembang dengan cepat di kalangan generasi muda yang memiliki tingkat pendidikan yang lebih baik. Hal ini banyak dipengaruhi oelh perkembangan dunia pendidikan, informasi dan komunikasi yang memberikan peranan besar pada pergeseran budaya, cara pandang dan pola pikir yang selama ini berkembang di masyarakat.
Dalam hal ini tingkat pendidikan dan teknologi yang dikuasai menjadi parameter baru dalam tatanan kehidupan baru. Keberhasilan mencapai tingkat pendidikan tertentu serta penguasaan berbagai sumber daya adalah investasi awal bagi kehidupan yang lebih baik. Hal ini menjadikan kehidupan tidak lagi mengarah pada nilai lama melainkan mengarah pada kehidupan yang lebih rasional dan universal.
Perubahan ini juga membawa dampak negatif pada kehancuran moral (moral damage) yang dapat dijumpai di daerah perkotaan yang sebagian besar masyarakat menganggap bahwa dampak negatif ini merupakan hal yang wajar. Padahal apabila dampak negatif ini tidak segera diatasi mungkin dampak negatif pembangunan dan perubahan sosial akan lebih berkembang dibandingkan dampak positif yang diperoleh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar